PENERAPAN DAN REFLEKSI FILSAFAT
PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Filsafat
dapat diartikan sebagai olah pikir manusia. Sedangkan pendidikan dapat
diartikan sebagai usaha konkret yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan
pengetahuan atau ilmu yang bermanfat untuk kehidupannya guna mendapatkan masa
depan yang cerah. Menurut Depag (2001)
filsafat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari atutan-aturan atau norma
dalam kehidupan. Mempelajari filsafat adalah belajar tentang hidup, bagaimana
hidup kita bisa berguna untuk diri sendiri dan juga orang lain. Dengan
mempelajari filsafat, kita juga belajar mengenai yang ada dan yang mungkin ada,
yang artinya dalam hal ini belajar matematika dengan menggunakan filsafat
adalah belajar yang bermain dengan logika. Begitu juga peran filsafat ilmu
dalam proses pembelajaran matematika sebagai dasar dalam berpijak.
Matematika
berasal dari bahasa latin ‘manthanein’
atau ‘mathema’ yang berarti belajar
atau hal yang dipelajari. Dalam pandangan
formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur
abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain
tergambar dalam filosofi matematika. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif,
yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis
dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam
matematika bersifat konsisten.
Matematika merupakan cabang mata pelajaran
yang luas cakupannya dan bukan hanya sekedar bisa berhitung atau mensubtitusikan
ke rumus saja tetapi mencakup beberapa kompetensi yang menjadikan siswa
tersebut dapat memahami dan mengerti tentang konsep dasar matematika. Belajar
matematika juga membutuhkan kemampuan bahasa, untuk bisa mengerti soal-soal
atau mengerti logika, juga imajinasi dan kreativitas. Dan sekiranya
dipergunakan dalam lingkungan sekolah , yaitu antara guru dan siswa maka
kuncinya adalah mengambil contoh dalam hidup sehari-hari dan dibuat semenarik
mungkin dalam pembelajaran pendidikan matematika.
Filsafat
pendidikan merupakan bagian dari filsafat pengetahuan yang secara spesifik
mengkaji tentang pendidikan. Sedangkan filsafat matematika adalah segala
pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang
menyangkut landasan matematika, serta hubungan matematika dengan segala segi
dari kehidupan manusia. Berdasarkan dengan hal tersebut, dapat disimpulkan
bahwa filsafat pendidikan matematika merupakan bagian filsafat pendidikan yang
mengkaji masalah matematika. Artinya segala macam proses pembelajaran yang ada
dalam pendidikan matematika dipelajari juga dalam filsafat pendidikan
matematika.
Menurut Ebbutt dan Straker (1995) hakekat
matematika sekolah mencakup 4 hal yaitu: a). Kegiatan penulusuran
pola/hubungan; b). Kegiatan problem solving; c). Kegiatan investigasi; dan
terakhir d). Kegiatan komunikasi. Penerapan hakekat matematika sekolah tersebut
merupakan salah satu peran filsafat dalam pembelajaran di sekolah. Dengan
hakekat matematika sekolah tersebut diharapkan siswa akan dapat membangun
matematikanya sendiri. Siswa dituntut untuk lebih kreatif dan aktif dalam
proses pembelajaran sehingga guru hanya berperan sebagai pendamping dalam
pembelajaran, sedangkan siswa mengkonstruksikan matematikanya sendiri.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa filsafat
memiliki peran dalam pembelajaran matematika. Mempelajari filsafat dan
matematika merupakan kegiatan yang relevan, artinya olah pikir dan logika yang
digunakan dalam mempelajari filsafat akan digunakan pula dalam mempelajari
matematika. Membangun sebuah konsep baru dalam memperoleh ilmu matematika juga
membutuhkan konsep berpikir dalam berfilsafat. Filsafat merupakan ilmu yang
mempelajari semua yang ada di dunia ini. Filsafat mempunyai cakupan yang sangat
luas, sehingga banyak sekali yang dapat kita pelajari didalam filsafat
pendidikan matematika.
Lalu apakah ada hubungan antara filsafat
pendidikan matematika dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah? Tentu saja
ada. Filsafat pendidikan matematika mencakup segala tentang matematika dan
pendidikan matematika. Sedangkan kita tahu bahwa semenjak dari jenjang sekolah
paling rendah yaitu TK hingga jenjang tertinggi yaitu SMA bahkan di bangku
perkuliahan, kita mendapatkan mata pelajaran matematika. Dalam kegiatan belajar
mengajar di sekolah, saat itulah secara tidak langsung dan sadar ataupun tidak,
filsafat pendidikan matematika diterapkan.
Matematika
adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin
kita sampaikan. Lambang–lambang matematika bersifat ”artifisial” yang baru mempunyai
arti setelah sebuah makna diberikan padanya. Tanpa itu matematika hanya
merupakan kumpulan rumus–rumus yang mati. Yang
dipelajari dalam matematika adalah berbagai simbol dan ekspresi untuk
mengkomunikasikannya. Sehingga diperlukan pembelajaran yang mengantarkan pola
pikir siswa dan membangun konsep berpikirnya. Manfaat mempelajari filsafat pendidikan
matematika, antara lain:
1.
Dapat menambah pengetahuan tentang sejarah dan
penemuan-penemuan matematika.
2.
Dapat menambah pengetahuan dalam berolah kata/bahasa,
sehingga menambah kemampuan kita dalam mengajar dan memudahkan anak menerima
pelajaran.
3.
Dapat menambah pengetahuan bagaimana cara mengajar yang baik,
dengan mengetahui metode-metode yang sesuai dalam proses pembelajaran dalam
berbagai kondisi tertentu.
4.
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita dalam
mengembangkan kurikulum matematika di sekolah dengan adanya inovasi pendidikan
dalam PBM.
5.
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita untuk lebih
mengetahui karakter peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dari kelima manfaat ini menunjukkan bahwa
filsafat memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran matematika
disekolah. Berfilsafat bukanlah pekerjaan siswa. Bukan dengan kita menggunakan
filsafat kemudian kita memberikan filsafat secara langsung kepada anak. Guru
sebagai fasilitator dalam pembelajaran hendaknya mengolah terlebih dahulu
penggunaan filsafat pembelajaran untuk kemudian bisa disampaikan kepada siswa.
Sehingga makna filsafat dalam pembelajaran matematika bisa sampai kepada siswa
dan dapat memudahkan mereka dalam mempelajari matematika.
Refrensi
:
Depag. 2001. Disiplin Ilmu filsafat.
Jakarta : Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan
Agama Islam
http://staffnew.uny.ac.id/upload/131268114/pengabdian/makalahmarsigitstadium-generaleuin24-desember-2008.pdf
http://filsafatpmnevi.blogspot.com/2011/06/refleksi-filsafat-dalam-kegiatan.html
http://mediaharja.blogspot.com/2012/01/peran-filsafat-dalam-pembelajaran.html
https://nove96.wordpress.com/2016/12/28/implikasi-filsafat-pendidikan-matematika-dalam-pembelajaran/
----------------------------------------------
Penerapan dan Refleksi Filsafat
pada Mata Pelajaran Matematika;
Salsabila Nadifah Fitriani | 17301244033
S1
Pendidikan Matematika UNY
filsafatpmatsalsabila.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar