BELAJAR FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA, NGAPAIN AJA SIH?
Filsafat
Pendidikan Matematika/Filsafat Ilmu merupakan salah satu mata kuliah pilihan
yang dapat ditempuh oleh mahasiswa semester 7 jenjang S1 program studi Pendidikan
Matematika, FMIPA, UNY. Mata kuliah yang diampu oleh Prof. Marsigit, M.A. ini
memiliki bobot 2 SKS. Pada tulisan kali ini akan dibedah Rancangan Pembelajaran
Semester (RPS) [download file : klik disni] mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika sesuai dengan
kurikulum program studi Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY.
Mata
kuliah ini memiliki tujuan berupa capaian yang harapannya dapat dicapai oleh mahasiswa
setelah mempelajarinya. Adapun capaiannya sebagai berikut :
a. Mampu
merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah tanggung jawabnya, dan
mengevaluasi secara komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan IPTEKS untuk
menghasilkan langkah-langkah pengembangan dan penerapan Filsafat Ilmu (Matematika
dan Pendidikan Matematika)
b. Mampu
memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang
keilmuannya melalui pendekatan dan penerapan Filsafat Ilmu (Matematika dan
Pendidikan Matematika).
c. Mampu
melakukan riset dan mengambil keputusan strategis dengan akuntabilitas dan
tanggung jawab penuh atas semua aspek pengembangan Filsafat Ilmu (Matematika
dan Pendidikan Matematika).
Berbicara
tentang ilmu filsafat tentulah ilmu ini mencakup banyak sekali materi yang
dapat dipelajari. Mata kuliah ini juga memiliki maksud untuk memberi kesempatan
dan pelayanan kepada mahasiswa untuk membangun pemahaman dan teori tentang
filsafat ilmu. Untuk itu, tersusun rancangan 16 kali pertemuan dalam satu semester
dengan pokok-pokok kajian perkuliahan yaitu :
1) Persoalan-persoalan
Pokok dalam Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
2) Karakteristik
Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
3) Obyek Ilmu
(Matematika dan Pendidikan Matematika)
4) Metode
Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
5) Alat
Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
6) Sejarah
Perkembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
7) PreAsumsi
dan Asumsi Dasar Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
8) Sumber-sumber
dan Batas-batas Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
9) Pembenaran
Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
10) Prinsip-prinsip
Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
11) Berbagai
Aliran Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
12) Ontologi
Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
13) Epistemologi
Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
14) Aksiologi
Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)
15) Filsafat
Matematika
16) Filsafat
Pendidikan Matematika
Sesuai
dengan pokok kajian perkuliahan diatas, setiap pertemuannya memiliki sub
capaian pembelajaran, pengalaman belajar dan indikator penilaian. Ketiganya memiliki
satu point yang sama yaitu mengembangkan tesis, anti-tesis dan melakukan sintesis
sesuai dengan pokok kajian perkuliahan disetiap pertemuannya. Jika kita ambil
pertemuan pertama sebagai contoh yaitu membahas persoalan-persoalan pokok dalam
pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika), maka menjadi
mengembangkan dan menentukan tesis, anti-tesis dan melakukan sintesis terhadap persoalan-persoalan
pokok dalam pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika).
Kemudian
model pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah ekspositori,
diskusi, presentasi, dan refleksi. Teknik penilaian yang digunakan adalah
lisan, tulis, dan portofolio dengan meliputi aspek-aspek penilaian :
1. Motivasi mempelajari dan mengembangkan filsafat ilmu
(Matematika dan Pendidikan Matematika)
2. Sikap yang menunjang pengembangan filsafat
ilmu(Matematika dan Pendidikan Matematika)
3.
Pengetahuan aspek pengembangan filsafat ilmu
(Matematika dan Pendidikan Matematika)
4.
Keterampilan pengembangan filsafat ilmu (Matematika dan
Pendidikan Matematika)
5.
Pengalaman pengembangan filsafat ilmu (Matematika dan
Pendidikan Matematika)
Metode
pembelajaran serta teknik penilaian berlaku sama untuk setiap pertemuannya, dan
evaluasi hasil belajar kemudian dijelaskan dalam tabel berikut :
|
No. |
Komponen |
Bobot |
|
1. |
Partisipasi Kuliah |
20% |
|
2. |
Tugas-tugas |
30% |
|
3. |
Ujian Tengah Semester |
20% |
|
4. |
Ujian Akhir Semester |
30% |
|
Jumlah |
100% |
|
1. Bolzano,
B., 1810, “Appendix: On the Kantian
Theory of the Construction of Concepts through Intuitions” in Ewald, W.,
1996, “From Kant to Hilbert: A Source
Book in the Foundations of Mathematics, Volume I”, Oxford: Clarendon Press
4
2. Ernest, P.,
1994, Mathematics, Education and
Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.
3. Ernest, P.,
2002, What Is The Philosophy Of Mathematics
Education?
4. Eves, H and
Newsom, C.V., 1964, “An Introduction to
the Foundation & Fundamental Concepts of Mathematics”, New York: Holt,
Rinehart and Winston
5. Ewald, W.,
1996, “From Kant to Hilbert: A Source
Book in the Foundations of Mathematics, Volume I”, Oxford: Clarendon Press
6. Hers, R.,
1997, What is Mathematics, Really?,
London: Jonathan Cape
7. Kant, I.,
1781, Critic of Pure Reason, Translatedby
J.M.D. Meiklejohn
8. Mayer, F.,
1951, “A History of Modern Philosophy”,
New York: American Book Company
9. Perry,
R.B., 1912, Present Philosophical Tendencies: A Critical Survey of Naturalism
Idealism Pragmatism and Realism Together with a Synopsis of the Pilosophy of
William James, New York: Longmans Green and Co.
Kemudian
untuk refrensi/literatur tambahan :
1. Royce's, J., 1892, The Spirit of Modern Philosophy, Lecture 4: Kant "The
Rediscovery of the Inner Life: From Spinoza to Kant, Boston: Houghton, Mifflin
(1892): 101-134.
2. Searle,
J.R., 1992, The Rediscovery of the Mind,
the MIT Press, 1992, p. 27
3. Shore, E.,
2004, Some Esential Points in Reading The
Critique of Pure Reason, 20th The World Congress Phylosophy.
4. Silverman,
A., 2003, Plato's Middle Period
Metaphysics and Epistemology, Stanford Encyclopedia of Philosophy.
5. Smit, H.,
2003, “Lisa Shabel: Mathematics in Kant’s
Critical Philosophy.”
6. Soehakso,
RMJT, 1989, “Some Thought on Philosophy and
Mathematics”, Yogyakarta: Regional Conference South East Asian Mathematical
Society
7. Stefanik,
R., 1994, “Structuralism, Category Theory
and Philosophy of Mathematics”
8. Stefanik,
R., 1994, “The Structures of Reality
Truth, Invariance and Scientific Objectivity”, MSG Press: Washington.
Suber, P., 2000, Alignments with the Categories
9. Tait, W.W.,
1983, “Beyond the axioms: The question of
objectivity in mathematics”
10. Tuchanska,
B.,1999, “Is a Non-Foundationalist
Epistemology Possible?”
11. Wegner, P.,
2004, “Modeling, Formalization, and
Intuition.” Department of Computer Science.
12. Weir A.,
2004, “A Neo-Formalist Approach to
Mathematical Truth”
13. Wilder,R.L.,
1952, Introduction to the Foundation of
Mathematics, New York.
Terkait pelaksanaannya, secara keseluruhan rancangan pada RPS ini disusun untuk perkuliahan tatap muka. Namun, untuk pelaksanaan mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika di semester 7 untuk tahun 2020 harus diadakan dalam jaringan (daring) akibat adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, atas inisiatif baik dari Prof. Marsigit maka perkuliahan dipusatkan pada WhatsApp Grup dan mengadakan beberapa kali video conference di Google Meet. Perkuliahan diisi dengan tugas setiap pekan dan diskusi terkait topik materi.
Semoga pandemi segera berakhir, dan bertemu dalam
majelis ilmu kembali terukir.
----------------------------------------------
Bedah RPS Filsafat
Pendidikan Matematika;
Salsabila Nadifah Fitriani | 17301244033
filsafatpmatsalsabila.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar