MENGAPA KITA PERLU
MEMPELAJARI FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA?
Mendengar kata filsafat,
sebagian besar orang merasa takut dan enggan untuk mempelajarinya. Banyak kesan
yang timbul seperti ngawur, bicara yang tidak dipahami, bahkan sampai dikatakan
dapat menyebabkan kegilaan; dan saya juga termasuk yang memiliki kesan
demikian. Padahal sebenarnya, saya dan sebagian besar orang tersebut hanya
belum memahami dan mengenal apa itu ilmu filsafat yang ternyata darinya lahir ilmu-ilmu
lainnya. Imam Ghozali pernah mengemukakan, “Sesungguhnya seseorang tidak akan
mengetahui sesuatu hal tanpa menggunkan filsafat dan tidak akan menguatkan pada
ilmunya”. Lantas, seberapa penting kita perlu mempelajari filsafat dan
bagaimana peran filsafat pada pendidikan matematika?
Secara
etimologis (arti menurut kata) istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani
philosophia. Kata ini adalah kata majemuk philos yang berarti kekasih atau
sahabat pengetahuan, dan sophia yang berarti kearifan atau kebijaksanaan. Jadi
secara harfiah, filsafat berarti yang mencintai kebijaksanaan atau sahabat
pengetahuan. Pakar filsafat disebut filsuf, dan orang yang berpikir menggunakan
cara filsafat dikatakan berpikir filsafati (kata keterangan atau adjektif).
Ada empat hal yang merangsang
manusia untuk berfilsafat ialah: ketakjuban, ketidakpuasan, hasrat bertanya,
dan keraguan. Ada banyak hal yang membuat manusia kagum, mengantarkannya
menjadi takjub pada semua hal yang dia mengerti atau tidak mengerti. Awalnya
hal-hal yang ada dijelaskan hanya oleh mitos/takhayul, sehingga timbul keraguan
dalam dirinya dan mendorong hasrat dalam diri manusia untuk bertanya. Kemudian
tergiringlah manusia untuk berfilsafat. Lantas jika demikian, apakah kemudian
seluruh pertanyaan dan pemikiran manusia hingga lahirnya sebuah filsafat bisa
dijadikan pedoman ilmu untuk pendidikan khususnya matematika? (Pertanyaan ini
kemudian mendapatkan jawabanya pada pekuliahan hari Sabtu, 5 September 2020)
Filsafat adalah ilmu pengetahuan
yang menyelidiki hakikat sesuatu, termasuk hakikat matematika dan pendidikan.
Filsafat matematika dan filsafat umum dalam sejarahnya adalah saling
melengkapi. Filsafat matematika bersangkut paut dengan fungsi dan struktur
teori-teori matematika yang dijelaskan oleh beberapa filsuf terkemuka seperti
Phytagoras, Aristoteles, Leibniz dan Kant. Dalam teorinya, para filsuf memiliki
pandangan dan fokus pemikirannya masing-masing yang sama-sama meyakini bahwa
dibutuhkan peran filsafat sebagai pedoman dalam ilmu matematika.
Kemudian dalam pendidikan, ada yang
berpendapat bahwa filsafat pendidikan ialah filsafat tentang proses pendidikan,
dan pada sisi lain ada yang berpendapat filsafat pendidikan ialah filsafat
tentang disiplin ilmu pendidikan. Filsafat tentang proses pendidikan bersangkut
paut dengan cita-cita, bentuk, metode, dan hasil dari proses pendidikan.
Sedangkan filsafat tentang disiplin ilmu pendidikan bersifat metadisiplin,
dalam arti bersangkut paut dengan konsep-konsep, ide-ide, dan metode metode
ilmu pendidikan.
Dalam
filsafat pendidikan matematika ini secara khusus akan dikemukakan Filsafat
Konstruktivisme, yang berperan dalam pembahasan makna belajar, proses
pembelajaran, peran, serta fungsi guru dan siswa. Untuk itulah, sebagai
pendidik dan calon pendidik kita pemahaman ilmu filsafat sangat diperlukan sebagai
pedoman dalam keberlangsungan pendidikan matematika.
----------------------------------------------
Laporan Belajar Mandiri;
sumber : http://repository.ut.ac.id/
Salsabila Nadifah Fitriani | 17301244033
filsafatpmatsalsabila.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar